Profile

Join date: Nov 2, 2022

About
0 Like Received
0 Comment Received
0 Best Answer

Beberapa Keterangan Penyakit Mata

Mata adalah organ penglihatan yang terlampau penting bagi kehidupan. Organ ini bekerja dengan cara mendeteksi cahaya di di dalam pupil, difokuskan ke retina di belakang mata, lantas retina mengubahnya menjadi impuls saraf, dan dibawa ke otak melalui saraf optik.

Sebagian besar orang barangkali mempunyai mata yang sehat supaya mampu terima pandangan yang mengerti mengenai dunia. Namun, lebih dari satu lainnya barangkali mengalami kasus kesegaran mata. Misalnya mata merah, rabun, atau kelelahan. Beberapa penyakit mata barangkali berupa saat dan dapat pulih dengan sendirinya tanpa komplikasi. Namun, kasus mata yang berkunjung tiba-tiba dan berlangsung nyata-nyata sering kali mempunyai tanda-tanda yang tiba-tiba juga.

Belum diketahui penyebab utama penyakit mata. Namun, kondisi ini mampu disebabkan oleh tumor, diabetes yang tidak diobati, hipertensi yang tidak ditangani. Selain itu, faktor genetika atau keturunan dan faktor usia terhitung mempengaruhi.

Sama halnya dengan kesegaran tubuh lain, kesegaran mata terhitung kudu dijaga. Jika tidak, penyakit mata mampu mengintai. Berikut ini adalah daftar kasus mata yang umum dan barangkali penyebabnya:

1. Katarak

Katarak mempunyai efek lensa mata menjadi berawan, supaya penglihatan muncul kabur pada awalnya. Pengidap katarak kebanyakan tersedia gangguan lihat di malam hari, peka pada cahaya, dan tidak mampu membedakan warna dengan jelas.

2. Glaukoma

Glaukoma menyingkirkan dan membawa dampak rusaknya saraf optik yang membantu penglihatan mata. Kerusakan saraf optik disebabkan oleh timbunan cairan di dalam mata yang tingkatkan tekanan di di dalam bola mata.

Ada dua style glaukoma, yakni glaukoma sudut terbuka primer dan glaukoma sudut tertutup. Keduanya mampu disebabkan oleh faktor usia, keturunan, komplikasi hipertensi pada mata, komplikasi diabetes, sampai penyakit mata spesifik layaknya ablasi retina dan retinitis (infeksi peradangan retina).

3. Masalah Refraksi Mata

Masalah refraksi mata adalah kasus penglihatan yang mempunyai efek cahaya masuk tidak terpusat langsung ke retina. Kelainan refraksi mempunyai efek kebutaan sebesar 9,5 % di Indonesia. Beberapa kelainan refraksi pada mata, yakni rabun dekat, rabun jauh, astigmatisme, dan presbiopi.

4. Konjungtivitis (Mata Merah)

Konjungtivitis atau mata merah adalah peradangan atau infeksi pada selaput transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata,menutupi bagian putih bola mata. Ketika pembuluh darah kecil di bagian konjungtiva mengalami peradangan, warna merah lebih muncul dan menutupi bagian putih berasal dari bola mata.

5. Pterigium

Pterigium adalah kasus mata akibat tersedia selaput lendir yang menutupi bagian putih mata. Penyakit mata ini sering berlangsung akibat sering terpapar radiasi cahaya matahari.

Adanya selaput lendir berikut terhitung mempunyai efek mata layaknya kelilipan benda asing. Gejalanya meliputi mata merah, pandangan kabur, serta mata yang jadi gatal atau panas.

6. Amblyopia (Mata Malas)

Amblyopia, atau dikenal terhitung dengan sebutan mata malas, sering berlangsung pada anak-anak. Penyakit mata ini berlangsung ketika penglihatan di tidak benar satu mata berkurang sebab mata dan otak tidak mampu bekerja mirip dengan baik.

Ada banyak perihal yang mampu menjadi penyebab mata malas atau amblyopia. Contohnya strabismus, ketidakseimbangan posisi ke dua mata, rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme di satu mata dibandingkan mata lainnya.

7. Strabismus

Strabismus adalah makna untuk menggambarkan ketidakseimbangan posisi ke dua mata, supaya mata muncul juling. Penyakit mata ini berlangsung akibat kurangnya koordinasi antar mata, supaya mata lihat ke arah yang tidak serupa dan tidak fokus secara bersamaan pada satu titik.

8. Buta Warna

Ketika seseorang tidak mampu lihat warna tertentu, atau tidak mampu membedakan lebih dari satu warna, barangkali ia mengalami buta warna. Penyakit mata ini berlangsung ketika sel-sel warna di mata (sel kerucut) tidak tersedia atau tidak berfungsi.

Saat paling parah, seseorang hanya mampu lihat di dalam bayangan abu-abu, tetapi kondisi ini jarang terjadi. Kebanyakan orang yang mempunyai kondisi ini mendapatkannya sejak lahir. Namun, mampu terhitung berlangsung akibat konsumsi obat-obatan dan penyakit tertentu.

9. Presbiopia

Penyakit mata ini berlangsung ketika seseorang kehilangan kekuatan lihat objek dekat atau postingan yang kecil. Setelah seseorang berusia 40 tahun atau lebih, kebanyakan kudu lihat bahan bacaan lebih jauh berasal dari mata supaya lebih ringan dibaca.

10. Mata Kering

Mata kering berlangsung ketika mata tidak mampu menghasilkan air mata di dalam kuantitas cukup dan berkualitas. Seseorang barangkali jadi layaknya tersedia sesuatu di di dalam mata atau mengalami sensasi terbakar. Dalam kasus yang parah, kekeringan ekstrem mampu mempunyai efek hilangnya penglihatan. Namun, perihal berikut jarang terjadi.

Faktor Risiko Penyakit Mata

Terdapat lebih dari satu faktor yang mampu tingkatkan efek terkena penyakit mata, yaitu:

Penggunaan gawai berlebihan. cahaya biru berasal dari gawai yang digunakan terlampau berlebih mampu mempunyai efek mata kelelahan atau mata kering. Kebiasaan ini dapat berdampak lebih tidak baik pada anak berusia di bawah 18 tahun. Pola hidup yang tidak sehat. Misalnya, tidak cukup konsumsi makanan sehat dan bergizi. Contohnya berita gue layaknya wortel, sayuran berwarna hijau, buah-buahan, dan ikan yang memiliki kandungan omega-3 tinggi. Penggunaan lensa kontak. Jika digunakan terlampau lama dan tidak dijaga kebersihannya, pemanfaatan lensa kontak mampu tingkatkan risiko penyakit mata, terutama mata merah. Usia. Semakin tua usia seseorang, maka malah alami penurunan pula kualitas manfaat mata. Genetik. Beberapa penyakit mata mampu diturunkan. Penyakit tertentu. Penyakit layaknya diabetes atau tumor mempunyai komplikasi yang mempengaruhi penglihatan.

Gejala Penyakit Mata

Gejala umum berasal dari penyakit mata adalah:

Mata merah. Terasa nyeri. Gatal. Kering. Berair. Pandangan kabur atau berbayang. Kepala jadi pusing saat memfokuskan titik penglihatan pada satu objek. Diagnosis Penyakit Mata Penyakit mata kudu beroleh pemeriksaan dan pengobatan berasal dari dokter spesialis mata. Untuk mendiagnosis, dokter dapat menelusuri riwayat kesegaran dan keluhan pada mata yang dialami untuk mengerti faktor penyakit mata dan seberapa berat gejalanya.

Selanjutnya, dokter dapat melaksanakan pemeriksaan fisik meliputi:

Uji ketajaman penglihatan. Tes lapangan pandang. Pemeriksaan tekanan bola mata atau tes tonometri. tes slit lamp. Pengobatan Penyakit Mata Pengobatan pada penyakit mata mampu berbeda-beda berdasarkan penyebabnya. Penyakit mata ringan mampu disembuhkan dengan obat tetes mata atau pemanfaatan kaca mata. Namun, jikalau penyakit mata layaknya glaukoma atau katarak sudah di dalam kondisi kronis kudu dijalankan perawatan laser sampai pembedahan.

Komplikasi Penyakit Mata

Terdapat lebih dari satu komplikasi penyakit mata yang kudu diwaspadai. Komplikasi yang timbul mampu berbeda-beda berdasarkan penyakit yang mendasari. Contohnya:

Katarak: Jika tidak langsung diobati, katarak mampu menjadi “hyper-mature”, suatu kondisi yang membuatnya lebih sulit dihilangkan. Kondisi terburuk yang mampu berlangsung yakni kebutaan total. Glaukoma: Bisa mempunyai efek kehilangan penglihatan permanen ataupun kebutaan. Amblyopia: Komplikasi yang mampu dialami amblyopia yakni kebutaan, mata tidak sejajar, dan penglihatan sentral. Konjungtivitis: Komplikasi berupa peradangan pada kornea yang mempengaruhi penglihatan. Buta warna: Komplikasi jadi sepanjang pengalaman studi atau lihat yang menjadi tidak maksimal. Mata kering: Komplikasi mampu berupa infeksi mata, rusaknya pada permukaan mata, dan kualitas hidup menurun. Hal yang kudu ditegaskan, penyakit mata yang tidak ditangani langsung atau tidak dirawat dengan baik mampu mempunyai efek kebutaan atau rusaknya permanen.

Pencegahan Penyakit Mata

Kesehatan mata kudu dijaga untuk meminimalisir risiko penyakit mata. Berikut ini lebih dari satu perihal yang mampu dijalankan untuk memelihara kesegaran mata:

Rutin memeriksa mata, setidaknya enam bulan sekali. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Sayuran berdaun hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, bluberi, blackberry, dan jeruk jikalau dikonsumsi secara teratur mampu membantu memelihara kesegaran mata. Jangan terlampau lama menatap gadget, terhitung ponsel, televisi, dan laptop. Berhenti merokok. Bersihkan riasan muka sebelum tidur. Rajin berolahraga, setidaknya 10-30 menit masing-masing hari. Ketahui faktor risiko penyakit mata. Termasuk usia, riwayat keluarga dengan penyakit mata, latar belakang kondisi kesegaran lain (seperti darah tinggi atau diabetes). Lindungi mata. Kenakan kacamata hitam, apalagi di hari mendung untuk memelihara mata berasal dari cahaya UVA dan UVB. Kenakan kacamata pelindung yang tepat saat berolahraga atau saat mengerjakan pekerjaan yang berisiko. Cara memelihara kesegaran mata terhitung mampu dijalankan dengan tidak meniadakan beragam kasus pada mata. Jika jadi layaknya tersedia butiran pasir di mata, bilas dengan air bersih.

Bila mata jadi gatal atau beralih merah, atasi dengan obat tetes mata atau kompres dingin. Segera periksakan ke dokter mata jikalau mengalami gejala-gejala di atas, atau ketika mata jadi sakit, bengkak, peka pada cahaya, bintik-bintik gelap mengambang ketika melihat, atau masing-masing kali tidak mampu lihat secara normal.

 

Beberapa Keterangan Penyakit Mata

More actions